Showing posts with label Wisata Daerah. Show all posts
Showing posts with label Wisata Daerah. Show all posts

Thursday, October 20, 2016

Objek Wisata di Bandung yang Anda Wajib Kunjungi

Masih bingung nentuin liburan kamu ke bandung mau kemana ? nah artikel ini membantu kamu untuk memilih beberapa tempat wisata yang asik untuk dikunjungi. Liburan ke Bandung untuk mengunjungi berbagai tempat wisata di bandung yang menarik pasti menjadi sesuatu yang diinginkan dan diburu wisatawan baik dalam maupun mancanegara. Terkadang sensasi petualangan rekreasi dan jalan-jalan di ibukota bumi parahyangan ini membuat sebagian besar wisatawan tidak kuasa untuk selalu kembali datang ke bandung baik setiap akhir pekan terlebih masa liburan panjang. Dan salah satu objek wisata kota kembang yang menjadi buruan wisatawan adalah sejumlah Tempat Wisata Alam Bandung.
Gedung Sate - Salah Satu Objek Wisata di Kota Bandung
Gedung Sate - Salah Satu Objek Wisata di Kota Bandung



  1. Situ Patenggang
    Situ Patenggang atau Situ Patengan adalah suatu danau yang terletak di kawasan objek wisata alam Bandung Selatan, Jawa Barat, Indonesia, tepatnya di Ciwidey. Terletak di ketinggian 1600 meter di atas permukaan laut, danau ini memiliki pemandangan yang sangat eksotik. Situ patenggang juga memiliki pemandangan alam yang asri, karena disekitarnya terdapat hamparan kebun teh.

    Luas Situ Patenggang sekitar 45.000 hektar. Serta total luas cagar alamnya mencapai 123.077,15 hektar. Situ patenggang selalu menjadi pilihan wisatawan terutama bagi mereka yang baru pulang dari tempat wisata Kawah Putih. Jaraknya dari wisata kawah putih hanya sekitar 7 KM dan membutuhkan waktu sekitar 10 menit saja.
  2. Jalan Braga
    Jalan Braga adalah nama sebuah jalan utama di kota Bandung, Indonesia. Nama jalan ini cukup dikenal sejak masa pemerintahan Hindia Belanda. Sampai saat ini nama jalan tersebut tetap dipertahankan sebagai salah satu maskot dan objek wisata kota Bandung yang dahulu dikenal sebagai Parijs van Java.
  3. Gedung Sate
    Gedung Sate, dengan ciri khasnya berupa ornamen tusuk sate pada menara sentralnya, telah lama menjadi penanda atau markah tanah Kota Bandung yang tidak saja dikenal masyarakat di Jawa Barat, namun juga seluruh Indonesia bahkan model bangunan itu dijadikan pertanda bagi beberapa bangunan dan tanda-tanda kota di Jawa Barat. Misalnya bentuk gedung bagian depan Stasiun Kereta Api Tasikmalaya. Mulai dibangun tahun 1920, gedung berwarna putih ini masih berdiri kokoh namun anggun dan kini berfungsi sebagai gedung pusat pemerintahan Jawa Barat.
  4. Masjid Raya Bandung
    Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat, yang dulu dikenal dengan nama Masjid Agung Bandung adalah masjid yang berada di Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Status masjid ini adalah sebagai masjid provinsi bagi Jawa Barat. Masjid ini pertama dibangun tahun 1810, dan sejak didirikannya, Masjid Agung telah mengalami delapan kali perombakan pada abad ke-19, kemudian lima kali pada abad 20 sampai akhirnya direnovasi lagi pada tahun 2001 sampai peresmian Masjid Raya Bandung 4 Juni 2003 yang diresmikan oleh Gubernur Jabar saat itu, H.R. Nuriana. Masjid baru ini, yang bercorak Arab, menggantikan Masjid Agung yang lama, yang bercorak khas Sunda.

  5. Trans Studio Bandung adalah Indoor Theme Park terbesar ke dua di Indonesia setelah Makassar. Trans Studio Bandung lebih spektakuler dan lebih dahsyat dari Trans Studio yang ada di Makassar sehingga menjadikan Trans Studio Bandung tidak hanya terbesar di Indonesia tapi juga terbesar di dunia.

    Trans Studio Bandung menyajikan 20 wahana permainan dan bermacam bentuk hiburan yang terdapat dalam 3 kawasan dengan tema yang berbeda dan unik. Para pengunjung dapat merasakan bagaimana menjadi seorang bintang di depan kamera serta menjadi orang – orang di belakang layar dari tayangan – tayangan favorit TRANS TV dan TRANS 7,seperti Dunia Lain, Jelajah. Si Bolang, dan masih banyak wahana menarik lainnya.
  6. Trans Studio Mall
    Trans Studio Mall Bandung atau disingkat TSM (dahulu Bandung Supermal (BSM)) merupakan pusat pembelanjaan terbesar di Bandung yang upacara diresmikan hingga upacara pembukaan sejak pada tanggal 25 Oktober 2001 dengan nama Bandung Supermal, dengan lokasi yang strategis di Jalan Jenderal Gatot Subroto. Mal ini terdiri dari 5 lantai dengan penyewa-penyewa yang sudah terkenal sebagai perusahaan besar baik skala nasional maupun internasional antara lain Metro Department Store, Gramedia, TSM XXI, Trans Studio Bandung, Hero Supermarket, dan masih banyak lagi. Mal ini adalah bagian dari CT Corp, milik konglomerat Chairul Tanjung.
  7. Gunung Tangkuban Parahu
    Tangkuban Parahu atau Gunung Tangkuban Perahu adalah salah satu gunung yang terletak di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung, dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya, Gunung Tangkuban Perahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 meter. Bentuk gunung ini adalah Stratovulcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat. Jenis batuan yang dikeluarkan melalui letusan kebanyakan adalah lava dan sulfur, mineral yang dikeluarkan adalah sulfur belerang, mineral yang dikeluarkan saat gunung tidak aktif adalah uap belerang. Daerah Gunung Tangkuban Perahu dikelola oleh Perum Perhutanan. Suhu rata-rata hariannya adalah 17 oC pada siang hari dan 2 oC pada malam hari.
  8. Kawah Putih
    Kawah Putih adalah sebuah tempat wisata di Jawa Barat yang terletak di kawasan Ciwidey. Kawah putih merupakan sebuah danau yang terbentuk dari letusan Gunung Patuha. Tanah yang bercampur belerang di sekitar kawah ini berwarna putih, lalu warna air yang berada di kawah ini berwarna putih kehijauan, yang unik dari kawah ini adalah airnya kadang berubah warna. Kawah ini berada pada ketinggian +2090 m dpl dibawah puncak/titik tertinggi Gunung Patuha.
  9. Museum Geologi
    Museum Geologi didirikan pada tanggal 16 Mei 1928. Museum ini telah direnovasi dengan dana bantuan dari JICA (Japan International Cooperation Agency). Setelah mengalami renovasi, Museum Geologi dibuka kembali dan diresmikan oleh Wakil Presiden RI, Megawati Soekarnoputri pada tanggal 23 Agustus 2000. Sebagai salah satu monumen bersejarah, museum berada di bawah perlindungan pemerintah dan merupakan peninggalan nasional. Dalam Museum ini, tersimpan dan dikelola materi-materi geologi yang berlimpah, seperti fosil, batuan, mineral. Kesemuanya itu dikumpulkan selama kerja lapangan di Indonesia sejak 1850.
  10. Villa Isola
    Villa Isola adalah bangunan villa yang terletak di kawasan pinggiran utara Kota Bandung. Berlokasi pada tanah tinggi, di sisi kiri jalan menuju Lembang (Jln. Setiabudhi), gedung ini dipakai oleh IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Bandung, yang sekarang menjadi Universitas Pendidikan Indonesia-UPI). Villa Isola adalah salah satu bangunan bergaya arsitektur Art Deco yang banyak dijumpai di Bandung.

    Villa Isola dibangun pada tahun 1933, milik seorang hartawan Belanda bernama Dominique Willem Berretty. Kemudian bangunan mewah yang dijadikan rumah tinggal ini dijual dan menjadi bagian dari Hotel Savoy Homann. Perkembangan selanjutnya, ia dijadikan Gedung IKIP (sekarang UPI) dan digunakan sebagai kantor rektorat.
  11. Taman Pasupati
    Taman Pasupati, atau lebih dikenal dengan sebutan Taman Jomblo, adalah sebuah taman yang terletak di bawah Jembatan Pasupati, Bandung, Jawa Barat. Taman ini diresmikan oleh Walikota Bandung, Ridwan Kamil, pada tanggal 4 Januari 2014.

    Istilah "Taman Jomblo" dibuat sendiri oleh Ridwan Kamil karena keberadaan tempat duduk di taman tersebut yang berbentuk kubus berukuran kecil warna-warni dan hanya muat untuk satu orang. Kubus tersebut juga bisa digunakan sebagai tempat memajang karya seni sesuai dengan tema taman tersebut yang untuk kalangan anak muda.[2] Meski demikian, di sisi lain dari taman tersebut ada bangku panjang yang melengkung dan bisa di tempati oleh banyak orang.[2] Kubus-kubus tersebut memiliki tinggi sekitar 70 cm dan ada pula yang sekitar 1 meter. Pada malam hari, balok-balok tersebut akan menyala karena telah dipasang lampu di bagian bawahnya.
  12. Raca Upas
    Kampung Cai Ranca Upas adalah salah satu tempat wisata di Bandung Selatan yang terbaik dan merupakan kawasan bumi perkemahan terpopuler bagi para wisatawan.
    Ranca Upas  memiliki luas area yang sangat luas sekitar 215 Hektar.Sebagai salah satu kawasan Hutan lindung di Bandung,kawasan Upas merupakan sebagai tempat konservasi berbagai macam tumbuhan Flora langka seperti Jamuju, Huru, Hamirug, Kihujan, Kitambang serta  aneka Fauna seperti Burung dan Rusa.

    Tempat Wisata Di Bandung Selatan ini sendiri berada pada ketinggian 1700 meter di atas permukaan air laut,sehingga suhu udara di kawasan wisata alam yang masih sangat alami ini sangat dingin dan ekstrim berkisar di 17 derajat Celsius sampe 20 derajat Celsius.Bahkan apabila di malam hari,suhu di sini bisa mencapai suhu terendah di bawah 0 derajat Celsius.
  13. Kebun Binatang Bandung
    Kebun Binatang Bandung – Salah satu Tempat Wisata Di Bandung dan merupakan objek wisata terbaik dan murah adalah Kebun Binatang Bandung,karena selain sebagai sarana pemenuhan kebutuhan manusia akan reksreasi,objek wisata alam dan binatang di Bandung ini juga merupakan pusat cagar kebudayaan,pendidikan,Iptek dan juga Cagar perlindungan dan pelestarian kekayaan alam.
  14. Stadion Siliwangi
    Stadion Siliwangi adalah sebuah stadion yang berada di Kota Bandung, Jawa Barat. Stadion ini berada di Jln. Lombok Bandung, saat berdirinya memang lebih diperuntukkan bagi pembinaan jasmani anggota Kodam III/Siliwangi. Hal tersebut karena memang Stadion Siliwangi adalah milik Kodam III/Siliwangi, bukan milik Pemprov Jabar atau Pemkot Bandung. Seiring belum dimilikinya stadion yang lebih representatif di Kota Bandung untuk menggelar kegiatan olahraga yang besar, stadion dengan kapasitas sekitar 25.000 penonton tersebut seolah identik dengan kandang Persib Bandung.
  15. Stadion Si Jalak Harupat
    Si Jalak Harupat adalah suatu stadion olahraga yang berlokasi di desa Kopo dan Cibodas, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Nama Si Jalak Harupat diambil dari julukan salah seorang pahlawan nasional dari Bojongsoang, Bandung yaitu Otto Iskandardinata.

    Kini stadion tersebut menjadi milik Pemerintah Kabupaten Bandung. Persikab Bandung, yang merupakan wakil Kabupaten Bandung di Liga Indonesia menjadikan stadion tersebut sebagai kandangnya. Begitu pula dengan tim sekota Persikab, Persib yang menjadikan stadion ini sebagai homebase mereka.

    Stadion ini dibangun mulai Januari 2003 pada saat Kabupaten Bandung dipimpin oleh bupati Obar Sobarna. Selanjutnya diresmikan pada hari jadi Kabupaten Bandung ke 364, tanggal 26 April 2005 oleh Agum Gumelar yang menjabat sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat.
  16. Museum Konferensi Asia Afrika
    Museum Konferensi Asia Afrika merupakan salah satu museum yang berada di kota Bandung yang terletak di Jalan Asia Afrika No. 65. Museum ini merupakan memorabilia Konferensi Asia Afrika. Museum ini memiliki hubungan yang sangat erat dengan Gedung Merdeka. Secara keseluruhan Gedung Merdeka memiliki dua bangunan utama, yang pertama disebut Gedung Merdeka sebagai tempat sidang utama, sedangkan yang berada di samping Gedung Merdeka adalah Museum Konferensi Asia Afrika sebagai tempat memorabilia Konferensi Asia Afrika. Latar belakang dibangunnya museum ini adalah adanya keinginan dari para pemimpin bangsa-bangsa di Asia dan Afrika untuk mengetahui tentang Gedung Merdeka dan sekitarnya tempat Konferensi Asia Afrika berlangsung.

    Hal ini membuat Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, S.H., LL.M memiliki ide untuk membangun sebuah museum. Ide tersebut disampaikannya pada forum rapat Panitia Peringatan 25 tahun Konferensi Asia Afrika (1980) yang dihadiri oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Prof. Dr. Haryati Soebadio sebagai wakil dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kemudian museum ini diresmikan pada tanggal 24 April 1980 bertepatan dengan peringatan 25 tahun Konferensi Asia Afrika.
  17. Taman Cempaka
    Taman Cempaka atau juga dikenal dengan nama Taman Foto dan Taman Fotografi adalah salah satu taman tematik dan ruang terbuka publik di Kota Bandung yang terletak di Jalan Anggrek, Bandung, Jawa Barat. Taman ini diresmikan oleh Walikota Bandung, Ridwan Kamil, pada tanggal 21 September 2013. Taman ini bisa digunakan oleh masyarakat yang memiliki kegemaran fotografi. Taman Cempaka diinisiasi dan diaktivasi oleh seluruh komunitas dan jejaring fotografi di kota Bandung.
Read More

Saturday, October 15, 2016

Wisata Unik di Ngarsopuro Night Market Solo

Lagi kumpulin info tentang tempat-tempat asyik di Kota Solo? Jangan lupa masukkan Ngarsopuro Night Market dalam daftarmu ya, travelers. Di sini kamu bisa jalan-jalan malam menikmati suasana Kota Solo, belanja barang-barang kerajinan dan oleh-oleh khas Solo, sama wisata kuliner sekaligus. Tapi ingat, Ngarsopuro Night Market Kota Solo ini cuma ada di hari Sabtu dan Minggu malam aja lho.
Wisata Unik di Ngarsopuro Night Market Solo
Wisata Unik di Ngarsopuro Night Market Solo
Perkembangan kota Solo yang begitu pesat, telah melahirkan berbagai event internasional dan tempat rekreasi baru, salah satunya yang terkenal adalah Night Market Ngarsopuro. Sebuah pasar seni yang bersifat tiban karena hanya diadakan pada Sabtu malam, kalau anak muda yang lagi kasmaran menyebutnya malam Minggu.

Night Market Ngarsopuro tak pernah kehabisan pengunjung. Saat waktu Maghrib telah usai, banyak orang berbondong-bondong dari mulai anak-anak, pasangan remaja, maupung rombongan keluarga yang ingin mengisi akhir pekan dengan santai dan murah.

Beberapa produk dan oleh-oleh yang lazim dijumpai di sini antara lain berbagai baju, tas, sepatu yang bernuansa batik, pin dan sticker Solo, dan beraneka macam cendera mata yang unik dan menarik. Selain itu, di Night Market Ngarsopuro juga banyak terdapat makanan serta jajanan pasar yang siap memanjakan lidah seperti Nasi liwet, Cabuk Rambak, Wedang Ronde, Sosis Solo, Bakso Bakar, Sate Kere, dll.

Night Market Ngarsopuro digelar di sepanjang city walk kawasan pasar Windujenar, Ngarsopuro di depan Pura Mangkunegaran. Tepatnya di jalan Diponegoro. Ketika matahari sudah condong ke barat, di kawasan Ngarsopuro ini sudah berjejer tenda-tenda yang siap dipakai untuk berjualan produk UKM dan suvenir khas kota Solo.
ADA APA AJA DI NGARSOPURO NIGHT MARKET?
Dulu Jalan Diponegoro tempat di mana Ngarsopuro Night Market ini berdiri adalah sebuah areal yang nggak tertata. Jalan macet akibat kios-kios barang antik dan beberapa toko elektronik yang tumpang tindih, ditambah lagi adanya pasar barang antik yaitu Pasar Triwindu membuat areal Jalan Diponegoro semakin ruwet. Tak pelak lagi, areal Jalan Diponegoro pun dituding sebagai kawasan yang mencoreng keindahan Kota Solo.

Jalan Diponegoro dirombak besar-besaran ketika Joko Widodo menjabat sebagai Walikota Solo di tahun 2008. Pasar Triwindu yang semrawut direnovasi dan Jalan Diponegoro disulap menjadi sebuah areal city walk yang lebih menarik. Tapi bukan cuma itu aja, travelers. Di hari Sabtu malam ada sebuah pasar tiban, alias pasar dadakan, yang digelar di sepanjang ruas Jalan Diponegoro dan diberi nama Ngarsopuro Night Market.

Meski mengandung kata ‘market’ alias pasar, Ngarsopuro Night Market bukanlah pasar biasa di mana para pedagang bebas menggelar barang dagangannya. Biaya sewa kios tendanya sih terjangkau, hanya Rp 500 ribu aja per bulan. Tapi kamu harus punya KTP Solo supaya bisa menyewa kios di Ngarsopuro Night Market, travelers.

Ini wajar aja soalnya konsep awal Ngarsopuro Night Market sebenarnya adalah semacam ruang pameran outdoor bagi para penggiat UMKM dari Kota Solo dan sekitarnya buat memamerkan barang hasil kreasi mereka di Ngarsopuro Night Market. Yang diutamakan sih mereka yang memproduksi barang-barang yang mengandung karakter Solo seperti batik, aneka pernak-pernik, kue kering/ basah, fashion, mainan anak tradisional, bahkan ada juga loh gerai batu akik di Ngarsopuro Night Market, travelers.

NGARSOPURO NIGHT MARKET HANYA BUKA EMPAT JAM
Letak Ngarsopuro Night Market yang sangat strategis, yaitu berada di depan Pura Mangkunegaran dan berdekatan dengan Keraton Kasunanan Surakarta, membuat Ngarsopuro Night Market selalu dibanjiri pengunjung tiap malam Minggu.

Selain bisa melihat-lihat barang kreasi UMKM Kota Solo yang tiap Minggu selalu berubah, di Ngarsopuro Night Market kamu juga bisa menonton pertunjukan budaya yang sering diadakan di tengah Ngarsopuro Night Market. Di saat-saat tertentu kamu bisa belanja sambil nonton pertunjukan keroncong, musik etnis, jazz atau akustik yang penggeraknya adalah sebuah komunitas mahasiswa di Solo.

Tapi ingat, travelers, jam buka Ngarsopuro Night Market sangat terbatas, hanya dari jam 18-00 sampai 22.00, alias hanya empat jam aja.Dan harganya jelas lain dengan harga di luar Ngarsopuro Night Market, travelers.

Jadi kalo kamu pengen berburu batu akik di Ngarsopuro Night Market, datanglah ke Solo tepat di hari Sabtu. Trus kamu jalan-jalan dulu ke Keraton Surakarta, Alun-alun Surakarta, Pasar Triwindu, dll. Kalo hari udah gelap segeralah stand by di Jalan Diponegoro karena tenda-tenda para penggiat UMKM udah didirikan di sana. Sambil jalan-jalan keliling Ngarsopuro Night Market, cicipilah kuliner khas Solo seperti nasi liwet, sosis Solo, sate kere dan banyak lagi.
Read More

PGS (Pusat Grosir Solo) - Rekomendasi Tempat Wisata Belanja di Solo

Sektor perdagangan adalah sektor yang mengalami peningkatan dan menjadi salah satu penyumbang terbesar roda perekonomian Kota Solo. Pusat Grosir Solo hadir sebagai wadah bagi para penguasaha di bidang perdagangan yang bergerak di penjualan produk fashion terutama batik.

PGS ( Pusat Grosir Solo ) adalah pusat perbelanjaan batik juga yang menjadi trade center di Kota Solo. Dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang keamanan dan kenyamanan untu para pedagang maupun untuk para pembeli,
pelancong yang ingin membeli grosir maupun satuan. PGS melayani kebutuhan fashion bagi pembeli dalam jumlah grosir dan eceran kok. Selain pusta perdaganagan, PGS juga menjadi tujuan utama bagi para wisatawan ketika berkunjung ke Solo.
PGS (Pusat Grosir Solo) - Rekomendasi Tempat Wisata Belanja di Solo
PGS (Pusat Grosir Solo) - Rekomendasi Tempat Wisata Belanja di Solo
Terus dimana letaknya jika sista mau ke PGS ? Sista tau kan Gladag yang merupakan pusat kota dekat dengan obyek wisata
keraton Kasununan dan keraton Mangkunegaran. Tepatnya di Jl. Mayor Sunaryo No.1 Gladag, Solo. Nah disitulah sista dapat menemukannya pas di sebelah selatan Gladag. PGS (Pusat Grosir Solo) juga menjadi tujuan akhir transportasi wisata khas Solo misalnya ; Kereta Api Uap Jaladara, Bus Tingkat Werkudara dan Kereta Kencana.

Pusat Grosir Solo merupakan pusat perbelanjaan (trade center) yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang kenyamanan dan keamanan baik kepada pedagang maupun kepada para pengunjungnya. Pusat Perbelanjaan ini melayani kebutuhan fashion bagi pembeli dalam jumlah grosir maupun eceran. Selain pusat perdagangan, Pusat Grosir Solo juga menjadi tujuan utama bagi para wisatawan ketika mereka mencari oleh-oleh batik, saat berkunjung ke Kota Solo.

Pusat Grosir Solo mempunyai letak yang sangat strategis di Pusat Kota. Terletak di kawasan Gladag yang merupakan pusat pariwisata Kota Solo yang dekat dengan Obyek wisata seperti Keraton Kasunanan Surakarta maupun Kraton Mangkunegaran. Selain itu, Pusat Grosir Solo juga menjadi perhentian bagi sarana transportasi wisata khas kota Solo seperti Kereta Api Uap jaladara, Bus Tingkat Werkudara dan Kereta Kencana. Hal-hal tersebut membuat Pusat Grosir Solo selalu ramai dengan pengunjung yang bisa mencapai angka 10.000 orang perhari dan meningkat menjadi 20.000 orang perhari di hari libur.

Sesuai dengan Tag Line-nya “Paling Laris, Paling Lengkap, Paling Nyaman” Pusat Grosir Solo selalu mengupayakan ketiga hal tersebut kepada para pedagang dan pengunjungnya melalui management pengelolaan gedung yang profesional dan berbagai strategi marketing communication yang uptodate, menjadikan Pusat Grosir Solo beserta para pedagang yang tergabung di dalamnya menjadi pemimpin pasar perdagangan di Kota Solo.

Surakarta sangat terkenal dengan batik, dan banyak sekali referensi untuk mendapatkan batik khas solo dengan kualitas yang tinggi dengan harga standar, artinya harga grosir jadi sedikit lebih hemat di kantong sista. Tempat-tempat yang bisa sista kunjungi antara lain: Pasar Klewer, Benteng Trade Center (BTC), dan Pusat Grosir Solo (PGS). Dan ketiga tempat tersebut sangat berdekatan.

PGS (Pusat Grosir Solo) mempunyai parkir yang luas, parkir motor terdiri dari 350 lot, dan parkir mobil terdiri  atas 350 lot juga. Bangunan gedung yang terdiri atas 5 Lantai dan jumlah kavling 1221. Untuk fasilitas yang diberikan oleh pihak PGS nih sis untuk para customer antara lain; Lift Service, Escalator, Toilet yang terletak di setiap lantai artinya setiap lantai ada toiletnya,

area parkr yang sudah saya sebutkan tadi, Keamanan 24 Jam Non stop, Cleaning Service, Loading dock yang bisa membantu sista ketika kelelahan berkeliling dan ingin beristirahat, Genset, Customer Service, CCTV, Sprinkle dan Alat Pemadam Api. Dengan demikian sista yang hoi sekali berbelanja dapat berbelanja dengan nyaman, tenang dan aman.
Read More

Tuesday, October 11, 2016

Hiburan Seru di Taman Sriwedari Solo

Inilah salah satu tempat yang menjadi pusat perkembangan kesenian dan kebudayaan di Kota Solo. Dibangun oleh Pakubuwono X, Taman Sriwedari pada awalnya merupakan tempat rekreasi dan peristirahatan bagi keluarga kerajaan. Pembangunan tempat ini terinspirasi mitos tentang keberadaan sebuah taman di surga. Taman Sriwedari diresmikan pada 1 Januari 1902.
Hiburan Rakyat di Taman Sriwedari
Hiburan Rakyat di Taman Sriwedari

Taman Sriwedari terletak di Jalan Slamet Riyadi no. 275, Solo. Di dalam kawasan ini, terdapat beberapa tempat yang biasa digunakan sebagai tempat pertunjukan kesenian. Di bagian depan, terdapat pendapa yang sering digunakan sebagai tempat pertunjukan tari. Selain tempat pertunjukan, pendapa ini juga sering digunakan sebagai tempat berkumpul.

Di depan pendapa ini, terdapat patung Rama dan Sinta. Patung yang terinspirasi dari salah satu fragmen sendratari Ramayana dibuat sebagai perayaan 100 tahun Taman Sriwedari pada tahun 2002.

Tempat lain di kawasan ini yang sering digunakan sebagai tempat pertunjukan adalah Gedung Wayang Orang. Seperti namanya, bangunan ini merupakan tempat pertunjukan kesenian khas Solo, wayang orang. Gedung pertunjukan ini pernah mengalami pemugaran pada tahun 1994.

Pertunjukan wayang orang di tempat ini digelar secara rutin dari Hari Selasa hingga Sabtu. Mulai dari jam 20.00 WIB hingga jam 23.00 WIB. Tiket masuk menonton pertunjukan ini Rp3.000.

Selain itu, di dalam Taman Sriwedari, juga terdapat berbagai kios yang menawarkan aneka benda seni hingga budaya. Datang ke tempat ini, Anda dapat menemukan kios yang menjual lukisan, wayang, dan sebagainya. Selain itu, di kios yang lain, Anda juga dapat menjumpai penjual kuda lumping, aneka kerajinan dari bambu, dan kerajinan lain.
Taman Sriwedari ramai dikunjungi pada malam hari. Selain karena pertunjukan wayang orang yang rutin digelar di tempat ini, masyarakat ramai datang ke sini untuk menikmati aneka permainan yang ada di Taman Hiburan Rakyat (THR). THR merupakan arena bermain yang masih berada di dalam kawasan Taman Sriwedari, hanya saja pengelolaannya sudah dilakukan oleh pihak swasta.

Selain itu, pada Bulan Ramadhan, tepatnya pada malam ke-21, Taman Sriwedari menjadi tempat penyelenggaraan Malem Selikuran. Malem Selikuran merupakan salah satu tradisi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan masyarakat Solo untuk menyambut malam Lailatul Qadar. Pada malam ini, dilakukan kirab yang membawa 1.000 tumpeng dari halaman Keraton Kasunanan menuju Taman Sriwedari.
Read More

Sunday, October 9, 2016

Wisata Seru di Kampoeng Batik Laweyan Solo

Paket Wisata Solo Kampoeng Batik Laweyan
Berwisata di Kota Solo belumlah lengkap kalau belum berkunjung ke Kampoeng Batik Laweyan, suatu kawasan unik, artistik dan bersejarah yang merupakan cikal bakal berdirinya kota Solo (Surakarta/Sala). Di Laweyan Anda bisa menikmati Wisata Belanja , Wisata Industri , Wisata Edukasi , Wisata Cagar Budaya (Heritage), Wisata Sejarah dan Wisata Kuliner . Untuk Anda yang menyukai kegiatan Wedangan Rumah Nenek 3wisata belanja  batik , ada pilihan +50 Gerai Batik Laweyan yang menjual aneka produk batik berkualitas dengan harga yang bersahabar.
Wisata Seru di Kampoeng Batik Laweyan Solo
Wisata Seru di Kampoeng Batik Laweyan Solo

Suasana Laweyan Tempo Doeloe bisa anda nikmati disini, menambah daya tarik tersendiri bagi wisatawan dalam negeri maupun mancanegara. Rumah-rumah kuno yang artistik dan bersejarah ini merupakan peninggalan masa lampau milik mbok mase dan mas nganten yang terus dilestarikan selaras dengan kebijaksanaan pemerintah pusat yang telah menetapkan Laweyan sebagai Kawasan Cagar Budaya Nasional.

Tak hanya berbelanja batik, para wisatawan dapat melihat secara langsung proses pembuatan batik tulis di berbagai industri batik tulis, batik cap dan printing. Bagi yang tertarik untuk mencoba praktek membuat batik, tersedia paket kursus batik singkatkursus batik yang bisa ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam saja. Peserta kursus baik personal maupun kelompok belajar membuat pola, membatik dan mewarnai dengan teknik colet/tolet. Hasil karya membatik bisa langsung dibawa pulang sebagi kenang-kenangan yang unik  dari Kampoeng Batik Laweyan.

Selain kursus batik singkat kami  juga menyelenggarakan kursus batik intensif yang diperuntukkan bagi mereka yang mau mendalami teknik pembuatan batik tulis dan batik cap. Kursus jenis ini diselesaikan dalam beberapa hari atau beberapa minggu tergantung kebutuhan. Jumlah minimal peserta tidak dibatasi, peserta kursus bisa personal maupun kelompok. Untuk jenis penginapan, peserta dapat memilih menginap di hotel terdekat atau menginap di rumah penduduk (homestay).

Berwisata di Laweyan tak kan lengkap kalau belum menikmati kuliner laweyanWisata Kuliner Laweyan seperti kue Ledre, kue Apem maupun aneka kue/masakan tradisional khas solo lainnya yang dengan mudah didapatkan di berbagai sudut Laweyan. Untuk rombongan wisman dan wisnu,  kami juga siap menyajikan aneka menu prasmanan masakan khas solo di rumah-rumah jawa kuno milik mbok mase laweyan.
Read More

Saturday, October 8, 2016

Museum Pura Mangkunegaran (Museum Rekso Pustaka) Solo

Museum Pura Mangkunegaran (Museum Rekso Pustaka) merupakan tempat dimana kita dapat menggali sejarah tentang abdi dalem Keratonan Surakarta dari Zamannya. Bangunan ini dibangun pada tahun 1757 oleh Raden Mas Said yang dulu dikenal sebagai Pangeran Samber Nyawa. Pura Mangkunegaran terdiri dari dua bagian utama : pendopo dan dalem yang diapit oleh tempat tinggal keluarga raja.  Hal yang menarik adalah keseluruhan istana dibuat dari kayu jati yang bulat/utub.

Museum Pura Mangkunegaran (Museum Rekso Pustaka) Solo
Museum Pura Mangkunegaran (Museum Rekso Pustaka) Solo
Pendopo disini yaitu sebuah ruangan terbuka yang digunakan oleh para abdi dalem untuk mengadakan latihan pertunjukan tari maupun latihan pertunjukan wayang kulit yang merupakan termasuk kebudayaan asli Jawa dan Jawa tengah Khususnya. Pendopo ini terdiri dari dua tiang penyangga utama yang berfungsi menopang bangunan agar tetap berdiri kokoh. Dan di dalamnya terdapat beberapa macam gamelan jawa yang sering mereka gunakan. Gamelan-gamelan inilah yang akan mengiringi mereka dalam melakukan pertunjukan kesenian di Pura Mangkunegaran, ada seperangkat gamelan yang dinamai sebagai Kyai Kanyut Mesem.

Nah selanjutnya adalah di dalem, disini dimanfaatkan untuk memajang beberapa lukisan karya dari Basuki Abdullah atau lebih dikenal dengan sebutan Dullah, seorang pelukis terkenal di Solo. Di dalam DALEM terdapat Pringgitan, ruang dimana keluarga menerima pejabat. Ruangan ini juga digunakan untuk mementaskan wayang kulit. Dalem juga digunakan untuk memajang berbagai koleksi barang peninggalan berharga yang bernilai seni dan sejarah yang tinggi. Pura Mangkunegaran dibuka untuk umum setiap hari jam 09.00-14.00, Jumat jam 09.00-12.00, Minggu jam 09.00-14.00.
Ada juga beberapa koleksi kereta yang digunakan untuk upacara-upacara tradisional.

PURA MANGKUNEGARAN dibangun pada tahun 1757 oleh Raden Mas Said yang lebih dikenal sebagai Pangeran Sambar Nyawa, setelah penandatanganan Perundingan Salatiga pada tanggal 13 Maret. Raden Mas Said kemudian menjadi Pangeran Mangkoe Nagoro I. Istana Mangkunegaran terdiri dari dua bagian utama : pendopo dan dalem yang diapit oleh tempat tinggal keluarga raja. Hal yang menarik adalah keseluruhan istana dibuat dari kayu jati yang bulat/utub.

PENDOPO adalah Joglo dengan empat saka guru (tiang utama) yang digunakan untuk resepsi dan pementasan tari tradisional Jawa. Ada seperangkat gamelan yang dinamai Kyai Kanyut Mesem. Gamelan yang sebagaian besar masih lengkap ini dimainkan pada hari-hari tertentu untuk mengiringi latihan tarian tradisional. Di dalam DALEM terdapat Pringgitan, ruang dimana keluarga menerima pejabat. Ruangan ini juga digunakan untuk mementaskan wayang kulit. Di dalam pringitan, ada beberapa lukisan karya Basuki Abdullah, pelukis kenamaan Solo.

Dalem juga digunakan untuk memajang berbagai koleksi barang peninggalan berharga yang bernilai seni dan sejarah yang tinggi. Terdapat koleksi topeng-topeng tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, kitab-kitab kuno dari jaman Majapahit dan Mataram, koleksi berbagai perhiasan emas dan koleksi beberapa potret Mangkunegoro.

Pura Mangkunegaran juga memiliki perpustakaan yang disebut Rekso Pustoko. Koleksi topeng tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Solo, Jogjakarta, Cirebon, Madura dan Bali.

Beberapa koleksi topeng dari China. Pengunjung dapat memperoleh berbagai souvenir dan cinderamata di Pare Anom art shop. Pura Mangkunegaran dibuka untuk umum setiap hari jam 09.00-14.00, Jumat jam 09.00-12.00, Minggu jam 09.00-14.00. Ada juga beberapa koleksi kereta yang digunakan untuk upacara-upacara tradisional.
Read More